Aug
16th

Menggunakan Kemasan Plastik Untuk Pangan Dengan Bijak

Akhir-akhir ini muncul “heboh” masalah kemasan plastik di berbagai media cetak maupun elektronik. Bahkan wawancara penulis dengan Radio Elshinta sampai dilakukan dua kali, karena begitu banyaknya pendengar yang ingin mengetahui secara gamblang permasalahan kemasan plastik. Selesai sampai di situ? Ternyata tidak. Setelah wawancara, masih banyak pendengar yang menelepon penulis secara langsung melalui HP. Oleh karena itu untuk memberikan penjelasan lebih gamblang, penulis mencoba membuat tulisan tentang kemasan plastik ini. Semoga bermanfaat.

Plastik sebagai kemasan

Plastik dibuat dengan cara polimerisasi yaitu menyusun dan membentuk secara sambung menyambung bahan-bahan dasar plastik yang disebut monomer. Misalnya,

plastik jenis PVC (Polivinil Chlorida), sesungguhnya adalah monomer dari vinil klorida. Disamping bahan dasar berupa monomer, di dalam plastik juga terdapat bahan nonplastik yang disebut aditif yang diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat plastik itu sendiri. Bahan aditif tersebut berupa zat-zat dengan berat molekul rendah, yang dapat berfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap sinar ultraviolet, anti lekat, dan masih banyak lagi.

Mengapa plastik begitu banyak dipakai? Plastik memang mempunyai beberapa keunggulan sifat antara lain : ia kuat tetapi ringan, tidak berkarat, bersifat termoplastis,yaitu dapat direkat menggunakan panas, serta dapat diberi label atau cetakan dengan berbagai kreasi. Selain itu plastik juga mudah untuk diubah bentuk.

Sesudah Perang Dunia II, berbagai jenis kemasan plastik fleksibel muncul dengan pesat. Sebagai bahan pembungkus, plastik dapat digunakan dalam bentuk tunggal, komposit atau berupa lapisan multilapis dengan bahan lain, (pakah itu antara plastik dengan plastik yang beda jenis, plastik dengan kertas atau lainnya). Kombinasi tersebut dinamakan aminasi. Dengan demikian, kombinasi dari berbagai janis plastik dapat menghasilkan ratusan jenis kemasan.

Bagaimana Mengenali Kemasan Plastik dengan Baik?

Perlu kita ketahui bersama bahwa secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

1. PET — Polyethylene Terephthalate

Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan bermigrasi.

2. HDPE — High Density Polyethylene

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.

HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring dengan waktu

3. V — Polyvinyl Chloride

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. PVC mengandung DEHA (di-2-etil-heksil-adipat) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.

4. LDPE — Low Density Polyethylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP — Polypropylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP
– PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

6 . PS — Polystyrene

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS
– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.

PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER
Platik yang termasuk Other antara lain SAN styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate,dan Nylon.

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

Ada jenis yang berbahaya

Selain mempunyai banyak keunggulan, ternyata kemasan atau wadah plastik menyimpan kelemahan, yaitu kemungkinan terjadinya migrasi atau berpindahnya zat-zat monomer dari bahan plastik ke dalam makanan, terutama jika makanan tersebut tak cocok dengan kemasan atau wadah penyimpannya.

Pada makanan yang dikemas dalam kemasan plastik, adanya migrasi ini tidak mungkin dapat dicegah 100% (terutama jika plastik yang digunakan tak cocok dengan jenis makanannya). Migrasi monomer terjadi karena dipengaruhi oleh suhu makanan atau penyimpanan dan proses pengolahannya. Semakin tinggi suhu tersebut, semakin banyak makanan yang dapat bermigrasi ke dalam makanan. Demikian pula dengan lamanya makanan tersebut disimpan. Karena, semakin lama kontak antara makanan tersebut dengan kemasan plastik, maka jumlah monomer yang bermigrasi dapat makin tinggi jumlahnya.

Monomer atau aditif plastik apa saja yang perlu diwaspadai? Tidak semua memang, hanya beberapa saja seperti vinil klorida, akrilonitril, metacrylonitril, vinylidene klorida serta styrene. Monomer vinil klorida dan akrilonitril cukup tinggi potensinya untuk menimbulkan kanker pada manusia. Vinil klorida dapat bereaksi dengan guanin dan sitosin pada DNA. Sedangkan akrilonitril bereaksi dengan adenin.

Vinil asetat telah terbukti menimbulkan kanker tiroid, uterus dan liver pada hewan. Akrilonitril menimbulkan cacat lahir pada tikus-tikus yang memakannya. Monomer-

monomer lain seperti akrilat, stirena, dan metakrilat serta senyawa-senyawa turunannya, seperti vinil asetat, polivinil klorida, kaprolaktam, formaldehida, kresol, isosianat organik, heksa metilendiamin, melamin, epodilokkloridrin, bispenol, dan akrilonitril dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan terutama mulut, tenggorokan dan lambung. Aditif plastik jenis plasticizer, stabilizer dan antioksidan dapat menjadi sumber pencemaran organoleptik yang membuat makanan berubah rasa serta aroma, dan bisa menimbulkan keracunan.

Pada suhu kamar, dengan waktu kontak yang cukup lama, senyawa berberat molekul kecil dapat masuk ke dalam makanan secara bebas, baik yang berasal dari aditif maupun plasticizer. Migrasi monomer maupun zat-zat pembantu polimerisasi, dalam

kadar tertentu dapat larut ke dalam makanan padat atau cair berminyak maupun cairan tak berminyak. Semakin panas makanan yang dikemas, semakin tinggi peluang terjadinya migrasi (perpindahan) ke dalam bahan makanan

Aditif plastik dibutil ptalat (DBP) dan dioktil ptalat (DOP) pada PVC termigrasi cukup banyak ke dalam minyak zaitun, minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai pada suhu 3oC selama 60 hari kontak. Jumlah aditif DBP dan DOP yang termigrasi tersebut berkisar dari 155 – 189 mg. DEHA (di-2-etil-heksil-adipat) pada PVC termigrasi ke dalam daging yang dibungkusnya, pada daging yang berkadar lemak antara 20–30%, DEHA yang termigrasi 14,5-23,5 mg tiap dm2 (desimeter persegi) pada suhu 4oC selama 72 jam.

Tips Menghindari Bahaya Kemasan Plastik

Kemasan plastik yang food grade (untuk pangan) sebenarnya relatif aman digunakan, asal digunakan dengan tepat. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya kemasan plastik.

  1. Hindari menggunakan kemasan plastik untuk makanan atau minuman yang panas.Termasuk memanaskan makanan dengan microwave Meski ada yang relatif resiten terhadap panas, tetap akan terjadi migrasi monomer plastik sekecil apapun.
  2. Kalau terpaksa menggunakan wadah plastik untuk pangan yg panas, segera pindahkan ke wadah yg lebih aman yang terbuat dari gelas atau stainlestil.
  3. Ibu-ibu yang memberikan minuman susu dengan botol dari plastik, sebaiknya membuat susu dalam gelas, kemudian setelah dingin baru dipindahkan ke dalam botol.
  4. Bila tersedia, lebih baik menggunakan kemasan yang lebih aman misalnya daun pisang, daun jati, dan sejenisnya atau wadah jenis gelas dan stainlestil.
  5. Bila menggunakan plastik pilih dengan kode 4 atau 5, yang relatif lebih aman.

*Dari berbagai sumber.

Arif Hartoyo

Dosen dan Peneliti Ilmu dan Teknologi Pangan

Institut Pertanian Bogor

Aug
14th

Suntikan Insulin Tepat

Hindarkan penderita diabetes dari Komplikasi

Bagi penderita diabetes mellitus,suntikan insulin selama ini dianggap sebagai “bencana”.Pasalnya,hal itu berarti ia akan bergantung sepenuhnya pada suntikan insulin sepanjang hidupnya.Suntikan insulin juga dianggap sebagai pertanda bahwa kematian semakin mendekat.
“suntikan insulin selama ini diberikan sebagai pilihan terakhir dalam pengobatan diabetes,setelah diet maupun pengobatan oral tak mampu lagi mengontrol kadar gula darah seorang penderita diabetes,”ujar dokter specialis endokrinologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/rumah sakit Cipto mangunkusumo (FKUI/RSCM) dr Ari fahrial Syam di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Ari,pengalaman menunjukkan bahwa suntikan insulin memang menolong menekan kadar gula darah penderita diabetes,namun satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah komplikasi yang biasa terjhadi pada penderita diabetes seperti gagal ginjal,kebutaan,stroke,serangan jantung,hingga gangguan pada sistem syaraf.

“Karena itu,penting bagi para dokter untuk memberikan suntikan lebih awal untuk pasien diabetes agar menekan terjadinya kasus komplikasi yang lebih parah,”jelasnya.

Dengan mempertahankan kadar glukosa darah senormal mungkin,kata Ari,kualitas hidup pasien diabetes mellitus terbukti meningkat.Organisasi kesehatan Dunia (WHO),lanjut dia juga gencar mempromosikan early insulinitation.”Karena hal tersebut,telah nyata bermanfaat dalam mencapai target kadar glukosa darah yang diharapkan,”tegasnya.

Ari menjelaskan,diabetes mellitus atau yang dikenal dengan seburtan penyakit kencing manis merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai peningkatan kadar glukosa darah,serta meningkatkan komplikasi organ tubuh lain seperti jantung,otak,tungkai bawah,mata,ginjal serta sistem jaringan saraf.
Diantara penyebab itu,angka kematian akibat diabetes yang utama adalah penyakit jantung koroner,stroke,dan penyakit pembuluh darah perifer.Beberapa penelitian memeperlihatkan bahwa diabetes meningkatkan resiko angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit radiovaskuler sebesar dua hingga tiga kali lipat.

Penelitian epidemologi terkini menunjukkan kecenderungan peningkatan angka insiden maupun prevalensi diabtes emllitus tipe 2 di seluruh dunia.Di Indonesia,WHO memperkirakan kenaikan jumlah pasien dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pada tahun 2030.Penelitian di daerah sub urban Depok Jakarta pada tahun 2001 memperlihatkan prevalensi diabetes sebesar 12,8%

Aug
2nd

Manfaat Teh Hijau di Bulan Ramadhan, Info Terbaru!

Manfaat Konsumsi Teh Hijau di bulan Ramadhan:

Info Terbaru bagi Konsumen dan Produsen

Oleh : Arif Hartoyo

Bulan ramadhan tidak lama lagi akan tiba. Bagi umat Islam bulan tersebut adalah bulan yang sangat spesial. Tidak heran, jauh-jauh hari sebagian besar umat islam telah bersiap-siap menyambutnya.

Momen bulan ramadhon menjadi berkah bagi banyak orang. Pada dunia perdangan misalnya, berkah ini tidak hanya bagi konsumen, tapi juga bagi produsen. Betapa tidak. Pada bulan romadhon ini, biasanya para produsen memberikan berbagai macam diskon, dan ini berkah tersendiri bagi para konsumen. Di sisi lain, produsen juga diuntungkan karena biasanya pada bulan puasa ini tingkat belanja konsumen meningkat secara signifikan dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Berkaitan dengan judul di atas, ada hal yang penting untuk diketahui. Umat islam umumnya menyiapkan minuman untuk berbuka puasa dengan berbagai jenis minuman yang berasa manis. Dan itu tidak salah, karena tubuh memang membutuhkan energi segera, setelah seharian berpuasa. Tapi sebenarnya ada aleternatif lain yang mungkin lebih baik, yaitu minuman teh hijau. Selain mendapatkan suplai energi segera dan melepas dahaga (karena biasanya produk teh hijau juga ditambah gula), kita juga akan mendapatkan berbagai manfaat dari teh hijau ini.

Tulisan di bawah ini sedikit memberikan informasi manfaat teh hijau khusus kaitannya dengan puasa di bulan ramadhon. Informasi ini penting tidak hanya bagi konsumen, tapi juga bagi produsen produk teh hijau sebagai sarana promosi. Mudah-mudahan konsumsi teh hijau konsumen Indonesia dapat meningkat, karena konsuminya relatif masih rendah. Dan otomatis konsumen mendapatkan manfaat yang banyak dari konsumsi the hijau ini.

Teh dan Imunitas Tubuh

Lingkungan yg sudah tercemar (udara, air,makanan) dan kondisi stres menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Meskipun tubuh mempunyai sistem pertahanan (sistem imun), namun sering kali tidak cukup. Teh bisa membantu meningkatkan sistem pertahanan tubuh karena teh mempunyai sifat

Antioksidan (mencegah penyakit kronik karena serangan radikal bebas)

Anti virus (misal virus influenza)

Anti bakteri (misal bakteri penyebab diare atau penyebab infeksi lainnya)

Meningkatkan kerja sel imun dalam tubuh (imunomodulator)

Memperbaiki Sistem Pencernaan

Lebih 50% katekin the hijau yg dikonsumsi oral diekskresi melalui feses. Katekin teh dapat menekan pertumbuhan bakteri putrefaktif/pembusuk (enterobater, clostridium, dan lain-lain), dan justeru meningkatkan pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL) dan bifidus (bakteri yang bermanfaat).

Selain itu katekin teh juga dapat memperlancar buang air besar (BAB), menurunkan jumlah produk metabolit dalam feses secara signifikan (skatol, indol, cresol, dan lain-lain), serta dapat mengurangi bau feses (jumlah amonia, sulfida feses menurun drastis)

Deodorant Actions (Anti-Halitosis)

Metilmerkaptan (CH3SH) merupakan komponen utama yg bertanggung jawah pada nafas dan bau mulut yg tidak sedap. Senyawa sulfur ini dihasilkan oleh bakteri an-aerobik dalam mulut. Katekin teh (16-250 ppm) mampu menghambat pertumbuhan bakteri oral, dan pada konsentrasi (2.5-25 ppm) menghambat enzim yg mengkatalisis pembentukan H2S sampai 30 %.

Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa katekin teh mampu menekan jumlah metilmerkaptan secara signifikan, sehingga nafas dan bau mulut yg tidak sedap dapat ditanggulangi/dikurangi

Meningkatkan Performa Endurance (Daya Tahan Tubuh)

Teh hijau mampu meningkatkan performa endurance sekitar 8-30 % dari tikus percobaan pada konsentrasi teh hijau 0.2 % dan 0.5 % dan EGCG 0.1-0.5%. Percobaan dilakukan pada tikus dengan aktivitas lari pada treadmill dan berenang

Mekanismenya diduga teh hijau mampu meningkatkan katabolisme lemak, ketersediaan asam lemak dan pemanfaatannya dalam otot sebagai sumber energi, sehingga penggunaan karbohidrat dalam tubuh direduksi

Kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh dibuktikan dengan meningkatnya asal lemak dalam plasma, meningkatnya aktifitas ?-oksidasi lemak dalam otot untuk menghasilkan energi, menurunnya glukosa darah dan meningkatnya glikogen otot

Semoga bermanfaat, bahan ini merupakan materi talkshow dari penulis di berbagai tempat /media.


Oil Rig Accidents
Oil Rig Accidents Counter