
Stroke merupakan masalah kesehatan yang besar, menduduki urutan kedua sebagai penyebab kematian di dunia. Selain kematian, masalah utama lain akibat stroke adalah kecacatan, dan di antara penyakit lain, stroke adalah penyebab utama kecacatan pada usia dewasa. Pemulihan pasien (penderita) paska serangan stroke sering disertai dengan kecacatan, berlangsung lama dan sulit pulih seperti semula, sehingga sangat mempengaruhi kemandirian penderita dalam aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi dengan depresi yang dialami, menyebabkan penderita maupun keluarga akhirnya bersikap pasif.
Perlu diingat bahwa penurunan aktivitas fisik menyebabkan penurunan fungsi normal tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan masalah kesehatan terutama dibidang penyakit vaskuler. Bagi penderita stroke, ini berarti resiko terjadinya stroke ulangan meningkat. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan serangan stroke berulang dengan memperhatikan ketidaksempurnaan pemulihan kondisi pasien stroke sendiri.
Peran rehabilitasi bagi penderita stroke bukan hanya membantu mereka agar dapat kembali mandiri setelah mengatasi hambatan fungsionalnya namun juga pada jangka panjang membantu mereka mengontrol faktor resiko yang ada. Untuk itu diperlukan program rehabilitasi yang terarah sesuai tahap perkembangan penyakit dan proses pemulihannya
Stroke adalah suatu kumpulan gejala akibat gangguan pembuluh darah otak, dapat merupakan akibat obstruksi ( pembuntuan ) pembuluh darah atau perdarahan di dalam dan di sekitar jaringan otak. Gejala yang timbul sesuai dengan letak pembuluh darah dan organ otak yang terkena, dan ini sangat mempengaruhi program rehabilitasi yang akan kita berikan pada penderita.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Framingham, faktor resiko utama terjadinya stroke adalah hipertensi ( tekanan darah tinggi ). Seorang penderita hipertensi memiliki resiko terkena stroke 7 kali lebih tinggi dibanding orang normal. Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbanyak pada penderita stroke. Sebagai faktor resiko yang dapat dikendalikan, amat penting dilakukan upaya kontrol terhadap hal tersebut untuk mengurangi faktor resiko stroke atau stroke ulangan. Masalah lain adalah kecenderungan pasien stroke untuk menjadi kurang aktif (imobilisasi) oleh karena kelemahan anggota gerak atas maupun bawah sehingga menyebabkan penurunan endurance.


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
No comments yet.