Bolehkah perempuan hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan seperti ini sering menghantui pasangan suami istri.Bahkan karena alasan takut,sering kali pasangan suami istri tidak melakukan hubungan seks selama masa kehamilan.Padahal hubungan seks selama hamil tetap aman dan diijinkan,kecuali ada alasan-alasan medis tertentu.Terlebih,selama hamil kaum perempuan memiliki potensi menikmati seks lebih besar.
Dokter ahli kandungan,dr Ova Emilia SpOG MMed PhD pada seminar Seksualitas dalam Kehamilan di RS Happy Land Yogyakarta belum lama ini menuturkan,hubungan seks selama hamil boleh saja dilakukan. Tapi karena kondisi fisik perempuan mengalami perubahan,maka harus memperhatikan posisinya. “Bahkan sampai akhir kehamilan tetap boleh,karena good sex akan membantu menyiapkan proses persalinan,”ujarnya.
Ada alasan medis tertentu pasangan suami istri tidak diijinkan melakukan hubungan seksual selama hamil. Antara lain jika perempuan hamil mengalami ketuban pecah,flek,pendarahan,atau terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS). Namun jika tidak ada larangan medis,suami istri justru dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual,karena bisa membantu mempererat hubungan pasangan.
Dikatakan dr Ova,dinamika seksual perempuan mengalami perkembangan. Pada tri semester pertama akan menurun karena biasanya perempuan mengalami perubahan kondisi fisik yang menyebabkan mual dan pusing. Pada trisemester kedua,gairah akan meningkat dan menjelang trisemester tiga kembali menurun.penurunan gairah ini terkadang disebabkan faktor ketakutan.
Menurut dr Ova,jika perempuan hamil melakukan hubungan seks,biasanya akan lebih bergairah dan lebih merasa puas dibanding sebelumnya. Bahkan ada perempuan baru bisa mengalami orgasmus atau multiple orgasmus pada saat hamil.Sebab kadar hormon akan meningkat yang menyebabkan gairah juga ikut meningkat.Perubahan bentuk tubuh perempuan seperti panggul dan payudara justru membuat erotisme selama kehamilan.
“Apabila terjadi kegairahan,ujung-ujung syaraf sensitif akan meningkat sehingga perempuan mudah terangsang. Hal ini bisa mengurangi gangguan selama hamil.Misalnya,perempuan hamil cepat capek karena stress,tapi kalo dinikmati dengan perasaan senang akan hilang,” kata dr Ova.
Meski demikian,dalam berhubungan seks harus diperhatikan posisinya agar lebih nyaman,mengingat kondisi fisik perempuan hamil berubah.Ada beberapa posisi dalam hubungan seks yang bisa dilakukan,jika ragu bisa konsultasi ke dokter.Namun yang penting,posisi tersebut nyaman bagi kedua pasangan. Yang tidak boleh dilakukan adalah meletakkan tumpuan berat badan pada perut dan payudara.
Hubungan seks di masa hamil,tidak akan menyebabkan infeksi karena leher rahim tertutup. Selain itu,terdapat lendir yang kental dan janin terbungkus selaput ketuban. Sedang pecahnya selaput ketuban sulit terjadi meskipun hubungan seksual dilakukan dengan penetrasi kuat.
Hubungan seksual dimasa hamil bisa dilakukan kapan saja,namun idealnya 1-4 kali dalam seminggu.Jika berlebih akan menyebabkan badan jadi loyo. Sedang jika terjadi kontraksi rahim sebagai aktivitas seksual pada kehamilan normal juga tidak akan berdampak jelek.



![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
Yth. Pengasuh / Dokter Sp. Kandungan
Saya ingin konsultasi beberapa pertanyaan, mohon maaf kalau terlalu banyak.
1. Bagaimana cara yang paling tepat untuk memastikan suatu kehamilan terjadi atau tidak?
2. Kalau caranya adalah ke dokter, apakah ke dokter umum dulu atau langsung ke dokter kandungan?
3. Lalu apakah di dokter kandungan akan langsung diperiksa dengan USG, dan apakah setiap dokter kandungan pasti punya alat USG masing-masing?
4. Kalau kemudian positif hamil, apakah mungkin untuk meminta bantuan/bimbingan untuk melakukan ‘pengguguran kandungan dengan cara yang terbaik’ kepada dokter kandungan pada
saat konsultasi, dengan alasan belum siap menerima janin?
Demikian Dok pertanyaan dari saya, sekali lagi mohon maaf dan mohon tanggapannya. Terima kasih banyak atas perhatiannya.
malam dok,
kebetulan saya seorang penderita hypertiroid & sudah menikah setahun yang lalu tapi belum juga hamil. yang saya mau tanyakan, apakah ada hubungan antara penyakit saya & kehamilan yang belum jg terjadi sampe skrg?
terima kasih
@ mbak Lara:
mbak Lara, hipertiroid memang dapat mempengaruhi kesuburan pada wanita. Sebaiknya mbak Lara segera konsultasi ke dokter sepsialis penyakit dalam untuk mendapatkan terapi/obat untuk mengendalikan produksi hormon tiroid yang berlebihan tersebut. Smoga mbak Lara segera sembuh dan dapat segera hamil.
Selamat siang,
Saya memakai KB IUD sdh 5 (lima) tahun.5 (lima) bulan yang lalu saya lepas KB IUD krn rencana ingin hamil lagi. Bln ke-1 s/d 3 selepas KB IUD siklus haid saya normal (setiap tgl. 14), bln ke-4 siklus haid saya mundur jauh (tgl. 22) & sekarang (bln ke-5) saya belum juga haid.Saya berfikir kalau saya hamil tetapi setelah di tes ternyata negative (-). Yang ingin ditanyakan :
1. Apakah ada masalah dengan kandungan saya?
2. Apakah ada kemungkinan saya bisa hamil lagi?
3. Langkah apa yang harus saya lakukan agar dapat segera hamil?
Mohon bantuannya, Terima kasih
@ ibu sherly
1. untuk ada atau tidaknya masalah kandungan akan lebih akurat bila ibu memeriksakan diri kepada dokter kandungan terdekat agar mendapatkan diagnosa yang lebih pasti,atau mungkin disarankan untuk melakukan pemeriksaan2 laboratorium. Namun dari beberapa kasus serupa yang pernah terjadi,biasanya siklus haid yang kacau adalah disebabkan oleh siklus hormonal yang belum kembali normal,salah satu sebabnya bisa juga pertambahan berat badan yang terlalu banyak,bila tidak bisa di periksakan lagi apa penyebab gangguan siklus hormonal tersebut.
2.kemungkinan hamil lagi sangat bisa,sepanjang hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya kelainan yang berarti. Biasanya kalau masalah nya adalah siklus hormonal,bisa di atasi dengan pemberian obat dari dokter untuk mengembalikan ritme dan kestabilan kerja hormon agar kembali normal. Dan bila siklus itu dikarenakan adanya pertambahan berat badan,maka diet penurunan berat badan juga harus diupayakan agar kerja hormon menjadi kembali seperti semula.
3.langkah yang ibu sebaiknya lakukan,adalah mengkonsultasikan masalah ini kepada dokter kandungan,secepat mungkin agar dokter bisa melakukan diagnosa yang tepat dan memberikan solusi yang akurat terhadap masalah tersebut. Intinya bila siklus hormonal sudah bisa kembali normal,dan haid kembali lancar,maka proses ovulasi (produksi sel telur) sudah kembali normal pasti kemungkinan kehamilan juga terjadi.