Cegah tangkal dengan Nutrien yang Benar
Wanita diatas usia 40 tahun sudah mulai merasa bingung,bahwa dirinya sudah tidak menjadi “wanita seutuhnya”.Menjadi takut akan melewati masa-masa kesuburannya,walau sudah menjadi kodrat alami sudah galibnya wanita menjadi amenorrhoe lagi.Memang berbeda siklus reproduksi pria dan wanita,walau pada galibnya semua diatur oleh kelenjar dan hormon yang sama pula.
Reproduksi pada pria dan wanita diatur oleh hormon-hormon yang diproduksi dan disekresikan oleh kelenjar-kelenjar yang sama pula.
Menurut dr.Harjo Mulyono SpPK(K) dari Lab Diagnostic Center,wanita yang belum/tidak mendapat menstruasi disebut amenorrhoe.Dikenal amenorrhoe primer dan sekunder.Amenorrhoe primer memang belum/tidak pernah mendapat/menjalani menstruasi.Sedangkan amenorrhoe sekunder sudah pernah mendapat menstruasi tetapi sekarang tidak lagi misalnya pada kehamilan dan menophouse.
Siklus menstruasi normal didapatkan pada rentang umur 10-15 tahun,rata-rata umur 12 tahun.Menstruasi pertama disebut menarche (baca: menarke),berlangsung selama 2 tahun dengan proses pematangan berupa pembentukan,pembesaran payudara,pertumbuhan rambut kemaluan (pubes) dan axila serta pertumbuhan dan perkembangan berat badan dan tinggi badan.Biasanya pada masa ini jarak siklus menstruasi tidak teratur berkisar 15-45 hari dengan lama menstruasi 4-6 hari.setelah mengalami masa penyempurnaan siklus menstruasi akan teratur dengan rata-rata 28 hari dan lama menstruasi 4-6 hari,darah yang keluar 60-80 ml,tidak membeku,tidak bergumpal.
Dengan meningkatnya usia,maka kuantitas dan kualitas fungsi kelenjar dan organ berkurang,akan mengakibatkan kuantitas dan kualitas hormon juga berkurang.Menopouse dimulai pada usia 45-52 tahun,yaitu sebelum menstruasi berhenti sama sekali.Masa itu dikenal dengan klimakterium,premenopouse,hal ini ditandai dengan menurunnya estrogen dengan akibat perdarahan pervaginaan yang tidak teratur.
Karena siklusĀ menstruasi,menopouse sangat dipengaruhi dan sangat tergantung hormonal.Hormon reproduksi ini juga untuk metabolisme glukosa darah dan lemak darah.Maka dengan tidak imbangnya hormon-hormon tersebut,siklus metabolisme menjadi terpengaruh,jadi “kacau’.
untuk mencagah tangkal sindrom menopouse dan penyakit ikutannya,mmenurut dr Harjo,perlu diperhatikan nutrien sehari-hari,yakni yang kaya vitamin,kalsium dan protein.Sedang pemeriksaan labortatorium yang diperlukan adalah pemeriksaan hormon reproduksi yakni progesteron,estrogen,LH dan lth testosteron dan lainny,yang harus disertai keterangan umur dan berapa lama menopousenya.selain itu,perlu pemeriksaan urinalisis,hematologi,kadar glukosa darah puasa dan dua jam setelah makan.


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
No comments yet.