Dewasa ini kegiatan mengonsumsi energy drink sudah menjadi suatu keniscayaan bagi banyak orang,khususnya mereka yang aktivitas kesehariannya menuntut stamina fisik yang tinggi. Berbagai merk beredar di berbagai tempat mulai super market sampai warung-warung kecil.
Sejatinya,hampir semua merk minuman pemacu energi merupakan jenis minuman kimiawi. Baik yang berbentuk bungkusan (sachet) maupun cairan dalam botol,semua termasuk minuman berbahan kimiawi. Tentu saja jenis minuman itu tidak membahayakan tubuh orang yang mengkonsumsinya sejauh dosis dan frekwensi minumnya sesuai petunjuk dalam label. Tetapi berhubung jenis minuman ini berbahan kimiawi dan terkadang berkarbonasi,mengonsumsinya jangan berbarengan atau dicampur obat-obatan kimiawi lain,baik berupa vitamin maupun khususnya antibiotik.
Secara umum,bebragai merk energy drink yang dijual bebas dipasaran memiliki kandungan hampir sama. Hal itu bisa ditelisik dari bahan-bahan yang tertera pada label. Taurine,kafein,inositol,gingseng,royal jelly/madu,vitamin B6,B12,dan nikotin adalah beberapa zat bahan pokok energy drink. Zat-zat tersebut secara umum berfungsi menambah tenaga/stamina. Ada yang berfungsi merangsang syaraf-syaraf otak dan ada pula yang berperan menghilangkan rasa lelah.
Dampak buruk
Zat-zat yang terkadung dalam minuman penambah energi memiliki sifat memacu. Risikonya,bila dikonsumsi terus-menerus bisa berakibat kurang baik,karena tubuh manusia secara terus-menerus dipacu. Padahal ada saatnya tubuh manusia harus diistirahatkan,melalui aktivitas tidur cukup ataupun rileks sejenak. Apa saja yang dipacu secara terus-menerus jelas kurang baik. Karena itu,idealnya mengonsumsi energy drink jangan dilakukan terlalu sering,misalnya setiap hari. Hanya pada saat beban pekerjaan betul-betul tinggi dan menuntut stamina prima,minuman penambah energi itu dikonsumsi. Di luar itu,minuman penambah energi itu tidak perlu dikonsumsi.
Pengonsumsian energy drink kimiawi saat perut dalam kondisi kosong juga kurang baik. Biasanya,mengonsumsi minuman ini saat perut kurang terisi akan menyebabkan produksi asam lambung meningkat drastis. Hal ini bisa menyebabkan munculnya gangguan sakit maag. Banyak kasus menunjukkan orang yang rajin mengonsumsi energy drink tetapi tidak disiplin dalam mengonsumsi makanan akan mengidap gangguan lambung.
Kecuali berpotensi menciptakan gangguan pada lambung,mengonsumsi energy drink yang terus menerus juga mendatangkan pengaruh yang makin kurang. Akibatnya,untuk meningkatkan stamina tubuh,semakin lama harus dikonsumsi takaran yang lebih banyak dan aktivitas pengonsumsian yang lebih sering. Dari segi kocek,hal ini jelas akan membuat terganggu stabilitasnya.
Yang alami
Disekitar kita sesungguhnya banyak tersedia bahan alami untuk penambah stamina tubuh. Bahan-bahan tersebut justru tidak membahayakan kesehatan badan. Pengaruhnya memang tidak datang seketika sebagaimana halnya apabila kita mengonsumsi energy drink kimiawi. Agar berpengaruh signifikan,energy drink alami harus dikonsumsi rutin.
Berbagai bahan energy drink alami yang ada di sekitar kita antara lain kopi,temulawak,pasak bumi,jamu paitan (berbahan sambiloto,temu ireng,dan brotowali),ginseng cina,ginseng jawa,kencur dan sunti. Kopi termasuk energy drink yang cepat berpengaruh,asal diseduh dengan air panas. Pengaruh kafein dalam kopi akan lebih bagus kalau minumnya tanpa atau sedikit gula.
Jamu pahitan dan pasak bumi juga mampu menambah stamina badan dalam waktu cepat. Jamu pahitan bisa dibuat sendiri,dengan merebus sambiloto,brotowali dan temu hitam. Air rebusan itulah yang diminum. Sehari cukup satu gelas. Khusus pasak bumi,sebaiknya kayunya juga direbur lebih dulu,dan air rebusannya itulah yang diminum. Kayu pasak bumi bisa direbus minimal tiga kali. Di pasaran juga tersedia kapsul berisi ekstrak pasak bumi. Biasanya dicampur ekstrak ginseng. Tentu saja harganya lebih mahal.
Sedang temulawak,harus dikonsumsi teratur dalam waktu agak lama lebih dulu agar bisa menciptakan kondisi tubuh berstamina tinggi.
Demikian juga kencur biasanya dikonsumsi bersama sunti (jenis jahe dalam ukuran kecil dan minim serat),menimbulkan pengaruh yang permanen pada tubuh,yakni tubuh tidak mudah lelah walaupun beban kerja banyak dan berat.
Berbeda dengan energy drink kimiawi,yang harganya lebih mahal dan mudah mendatangkan dampak negatif pada kesehatan,minuman penambah energi dari bahan-bahan alami harganya jauh lebih murah dan minim dampak negatif. Kalaupun ada dampak negatifnya biasanya lebih berupa residu pada ginjal,dan hal itu bisa dinetralisir dengan mudah,yakni dengan mengonsumsi air putih secar rutin dalam jumlah banyak,atau mengonsumsi tempuyung dan herbal lain yang berfungsi sebagai penghancur batu ginjal maupun batu empedu.
ditulis ulang oleh : Isti Indrianto
Penulis asli : Yohan SS,peminat masalah obat tradisional dan konsultan industri jamu


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
No comments yet.