Penanganan penyakit asma yang tepat sangat tergantung pengetahuan dokter,pasien dan jenis obat yang diberikan. Jika penatalaksanaannya tidak tepat dikhawatirkan beresiko terganggunya kualitas hidup pasien. Apalagi,asma merupakan jenis penyakit yang tidak bisa sembuh total,tapi hanya dapat dikontrol tingkat keparahannya.
“Penatalaksanaan penyakit asma juga mesti menyeluruh. Jangan merasa terganggu dengan istilah asma. Sebab kalau anak yang bertahun-tahun terserang batuk berulang disebut batuk kronis atau bronkhitis,maka pengananganannya bisa jadi salah,” ujar Dr Yusrizal Djam’an Saleh SpP FCCP dari Bagian penyakit Dalam Sub Paru RS Dr Sardjito Yogya.
Dikatakan,selama ini ada anggapan jika asma disebut bronkhitis,maka pengobatan utamanya antibiotik,padahal asma tidak butuh antibiotik. Antibiotik hanya baik untuk membasmi bakteri pada bronkhitis saja,tapi tidak ada manfaatnya terhadap asma. Selain itu,asam ajuga tidak dapat sembuh total,tapi hanya bisa dikontrol.”Penderita asma pun mampu bekerja atau bermain tanpa terbatasi,”tutur dr Yusrizal Djam’an saleh.
Dikatakan,penggunaan obat dapat diminimalisasi jika penderitanya tidak pernah mendapat serangan berat,dan tidak ada kelainan pada saluran napasnya.
Asma bronkhial adalah suatu penyakit yang disebabkan peningkatan respons dari saluran napas terhadap bermacam-macam rangsangan yang ditandai penyempitan saluran napas. Kondisi ini disertai keluarnya lendir yang berlebih dari kelenjar kelenjar didinding saluran napas,sehingga menimbulkan gejala batuk,mengi dan sesak.
“Penyempitan saluran napas dapat sembuh kembali seperti semua secara spontan dengan atau tanpa obat. Mudahnya,kalo kita batuk atau sesak napas berulang dengan penyebab yang sama,atau diwaktu yang sama,atau situasi yang sama,dan hilang timbul dengan menggunakan obat atau tidak,maka kita sebut sebagai asma,”paparnya.
Menurut dr Yusrizal Djam’an Saleh,timbulnya gejala asma seperti batuk,sesak napas dapat disebabkan faktor-faktor yang tidak spesifik seperti udara dingin,polusi,perubahan tekanan udara dan faktor psikis dan kelelahan.
Meski begitu,penyebab dasar munculnya gejala adalah menyempitnya saluran napas,pembengkakan permukaan saluran napas dan berlebihannya produksi lendir. “Gejala asma berupa sesak napas dan batuk berulang.Untuk mengetahui berat ringannya serangan asam,penting juga untuk memperhatikan seberapa sering,lama dan hebatnya serangan.Selain itu,seberapa lama anak bebas serangan,”ungkapnya.
Untuk mengetahui penyebabnya,perhatikan waktu dan kegiatan anak sebelum mendapat serangan.Pikirkan,misalnya udara,rokok,makanan/minuman,debu,kegiatan fisik,infeksi,dan obat-obatan. Perlu dibuat catatan,sehingga mendapat gambaran jelas tentang penyebabnya.

![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
Dokter, setiap habis dimarahi dan minum minuman fruit tea, anak saya selalu batuk2 dan kemudian diikuti sesak napas dan kadang2 bersuara ngik2. Kadang2 pemberian dexamethasone dan salbutamol plus ekspektoran bisa manjur, tetapi kadang2 juga harus dibawa ke ugd untuk pemberian ventolin. Benarkah asmanya karena faktor psikologis dan alergi salah satu kandungan dalam fuit tea? Terimakasih, dok.
dokter, ibu saya menderita sakit asma sudah belasan tahun, dulu ketika kambuh cukup minum asmasolon namun makin lama obat tersebut tidak memberikan efek lagi hingga akhirnya harus ke doktor setiap kali sesak nafasnya timbul, tiga bulan terakhir asma ibu saya kambuh tapi tidak seperti biasanya karena sudah diberi obat tetap tidak mengurangi sesak nafasnya, adik saya seorang perawat oleh dokter ibu saya dianjurkan untuk di nebu 3 kali sehari dan di suntik brikasma 2 kali sehari disamping obat yang lain,awalnya itu bisa meredakan sesak ibu saya tapi ketika sesaknya kambuh lagi dua hal itu tetap tidak dapat mengurangi sesaknya sampai akhirnya dirawat inap di Rumah Sakit dan mendapat bantuan oksigen, 2 hari ibu saya diperbolehkan pulang namun baru berselang 2 hari serangan asma ibu saya lebih parah lagi karena sudah di nebu, di suntik dan di beri oksigen ibu saya masih buruk kondisinya sampai akhirnya masuk icu diagnosa terakhir ibu saya memiliki gula darah 371, asam urat 11,1 fungsi hati meningkat dan bronkhitis akut, bagaimana cara mengatur pola makan dan hidup ibu saya agar asmanya tidak seering kambuh mengingat ada penyakit lain selain asma. terima kasih dok.
dok, apakah pemberian teraphy nebu jika dilakukan dalam frekuensi yang sering tidak berbahaya?