Oleh : Yohan SS (pemerhati masalah obat tradisional dan Konsultan Industri Jamu)
Rewriter : Isti

Kisah mengenai obat kuat untuk pria,baik yang 100% alami (herbal),kimiawi,maupun herbal yang dicampuri bahan kimia obat (BKO) tampaknya tak kan pernah berakhir. Yang baru saja menghebohkan adalah penarikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) dari pasar dan pelarangan peredaran 22 merk jamu/obat kuat pria yang terbukti dicampuri BKO.
Ke-22 obat yang dicampuri BKO tersebut yakni Blue Moon,Tripoten,Caligula,Cobra X,Kuat tahan Lama,Kal Gao 69,Lavaria,Maca Gold,Okura,Otot Madu,Rama stamina,Sanomale, Sari Madu,Sunni Jang Wang,Teraza,Top One,Urat Perkasa,Ju-Mex (produk dalam negeri),Hwang Di Shen Dan,Manovel,Stanson,Sunni Jang Wang Xeng Ying Dan (impor).
Obat kuat pria masih terus diproduksi kalangan industri jamu tiada lain karena barang tersebut masih terus dicari oleh masyarakat,khususnya oleh kaum pria. Kaum pria Indonesia masih banyak yang mengkonsumsi obat kuat tiada lain karena persepsinya tentang seks,khususnya mengenai hubungan seksual antara pria dan wanita,masih banyak yang sesat. Ketersesatan persepsi tentang seks masih diidap oleh banyk pria disebabkan hadirnya mitos-mitos tentang seks yang salah kaprah. Mitos tentang seks dimaksudkan sebagai anggapan umum tentang seks. Anggapan umum tentang seks sesungguhnya banyak yang salah atau tidak benar,tetapi sudah terlanjur dipercaya kebenarannya.
Berbagai mitos seks yangs alah kaprah antara lain: dalam aktivitas making love (ML) alias bercinta,perempuan akan terpuaskan bila pasangannya (pria) berlaku garang/ganas bak harimau mengamuk,mampu melakukan penetrasi sebanyak mungkin,dan mampu ber-ML selama mungkin. Untuk tujuan itu,pria perlu mengonsumsi obat kuat. Tanpa mengonsumsi obat kuat,pria akan loyo, dan akhirnya akan membuat kecewa pasangannya. Jadi tujuan banyak pria mengonsumsi obat kuat agar tidak terkesan loyo,sehingga mampu memuaskan pasangannya. Dengan cara itu,harga diri pria akan tetap terjaga dan pasangannya akan tetap lengket bak perangko. Karena itu,hanya pria-pria yang kurang percaya diri (PD) yang suka berburu obat kuat.
Memacu Jantung
Dampak nyata dari obat kuat bagi pria yang mengonsumsinya lebih pada sisi psikologis. Dalam hal ini,pria yang mengonsumsi langsung kena sugesti. Dengan mengonsumsi obat kuat,pria akan merasa perkasa,siap tempur,dan siap memenangkan “pertempuran”. Padahal sesungguhnya “bertempur” sungguh-sungguh,belum tentu demikian. Bila badan dalam kondisi lelah dan kurang istirahat.,obat kuat tak akan cespleng. Bahkan justru akan berakibat sebaliknya yakni menemui “Edi Tansil” (Ejakulasi Dini Tanpa hasil)
Obat kuat alami yang umumnya mengandung ekstrak ginseng,pasak bumi,yohimbe,cabe Jawa,madu,purwoceng,dan tanaman aprodisiak (pembangkit gairah seksual ) lain,bila dikonsumsi berlebihan dan dalam kondisi perut kosong,justru akan memacu kerja jantung. Degub jantung menjadi lebih cepat. Ramuan yang dipercaya mampu meningkatkan gairah seksual ini sejatinya kurang baik untuk kesehatan jantung. Apalagi bila dikonsumsi dengan minuman kimiawi penambah energi (energy drink) yang banyak dijual dipasaran,bisa menimbulkan akibat fatal. Kasus meninggalnya seorang dokter dari daerah Kebumen di sebuah hotel di Purworejo beberapa tahun lalu,terbukti hanya karena mengonsumsi obat kuat yang dicampur energy drink saat hendak ML dengan pasangannya. Bila obat kuat alami yang dicampur energy drink kimiawi saja dapat menimbulkan kematian bagi yang mengonsumsinya,tentunya obat kuat alami yang dicampur BKO juga akan berdampak sama.
Ditambah “Viagra”
BKO yang ditemui pada 22 merk obat kuat pria yang ditarik dari peredaran beberapa hari lalu umumnya adalah sildenafil sitrat. BKO jenis ini merupakan bahan utama Viagra,merk obat kuat dari AS yang selama ini dianggap paling cespleng dan harganya sangat mahal (satu butir diatas Rp 100.000). Dengan ditambah sildenafil sitrat,obat kuat alami akan berpengaruh lebih cepat. Pria yang mengonsumsi obat kuat alami yang ada sildenafil sitrat nya akan lebih cepat ereksi. Bila tubuh pihak yang mengonsumsinya dalam kondisi prima,dengan perut berisi dan istirahat cukup,tentu tak akan menimbulkan dampak negatif.Tetapi bila kondisi kurang fit,perut kosong dan lelah,penggunaan obat alami yang ada sildenafil sitratnya akan memacu kerja jantung dan pada akhirnya dapat menimbulkan kematian.
Bila Badan POM akhirnya menarik peredaran obat kuat alami yang dicampuri bahan baku Viagra,kebijakan tersebut merupakan langkah yang sangat tepat. Sayangnya,produsen obat kuat alami sudah terbiasa dengan tindakan penarikan dari otoritas resmi. Dengan lihai,mereka akan bermain petak umpet. Tidak lama kemudian mereka pasti akan memproduksi obat kuat merk baru dengan perusahaan baru pula. Biasanya pada tahap awal obat kuat alami merk baru tersebut tidak akan ditambahi apa-apa. Bila pengawasan pemerintah dirasa telah kendor,obat kuat yang diproduksinya pasti akan ditambahi lagi sildenafil sitrat atau BKO lainnya.
Sekarang tinggal bagaimana kemampuan pemerintah (Badan POM) menghadapi permainan ‘petak umpet’ yang dilakukan sejumlah produsen ‘jamu kuat’ yang nakal itu.


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
No comments yet.