Feb
22nd

Alergi Makanan hambat Tumbuh Kembang Anak

Files under Penyakit,Gejala dan Pencegahan | Posted by hananiskm

Alergi makanan yang tidak tertangani dengan tepat dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Hal itu dikarenakan asupan makanan menjadi kurang optimal. Untuk mencegah secar dini agar tidak terjadi alergi makanan,anak perlu mendapatkan asupan air susu ibu (ASI) ekslusif sejak usia balita.

Penyebab alergi makanan biasanya  adalah ketidakmatangan usus,faktor genetika atau keturunan dan paparan bahan alergi. Kesemuanya bisa tertangani dengan baik jika sejak dini orang tia atau ibu memberikan ASI eksklusif untuk bayinya.

ASI merupakana makanan terbaik untuk bayi hingga anak berusia 2 tahun dalam rangka pematangan perkembangan fungsi organ anak.

Alergi makanan jelas akan mengganggu tumbuh kembang anak karena asupan gizi dan makanan menjadi kurang maksimal. Karena itu,deteksi dini dan penanganan alergiyang tepat dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Diagnosisi alergi ditegakkan dengan diagnosis klinis,yaitu mengetahui riwayat alergi keluarga,pemberian makanan,tanda dan gejala alergi sejak bayi.

Penanganan alergi makanan pada anak yang paling ideal adalah menghindari faktor pencetus atau penyebabnya,bukan dengan memberikan obat. Bila timbul gejala alergi biasanya gangguan perilaku memburuk pada ana,cermati segera diet untuk anak,dan segeralah konsultasikan kepada dokter agar mendapat penanganan dengan tepat dan benar.

Kejadian alergi makanan dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan kasus. Kondisi tersebut jelas menjadi beban secara klinis dan keluarga. Untuk itu diperlukan langkah pencegahan dan deteksi dini,serta penanggulangannya agar alergi makanan tidak menjadi beban dan problem kesehatan.

Makanan yang sering menjadi penyebab alergi antara lain : susu sapi (terutama pada bayi),telur,ikan,susu kedelai,kacang-kacangan dan gandum.

Untuk melakukan diagnosis alergi susu sapi dimulai dari riwayat alergi,pemeriksaan gejala klinis,hingga uji laboratorium. Namun alangkah baik dan bijaksana,serta tak kalah pentingnya untuk melakukan langkah pencegahan dini dengan cara memberikan ASI ekslusif. Sehingga dengan langkah yang tepat dan cermat kasus alergi makanan bisa diminimalisasi.



Topic Yang Berhubungan :

RSS feed | Trackback URI

1 Comment »

Comment by Dr Ali Senjaya
2009-09-01 01:45:23

sudah ada alternatif tes dan terapi alergi dengan metode biofisika
yang tidak sakit, tidak disuntik, bebas efek samping, tidak pakai obat / bahan kimia, bisa untuk semua umur dari bayi sampai manula, tidak memerlukan periode bebas alergi dan bebas obat anti alergi. informasi detilnya di http://www.bio-e.net

bagi kalangan medis, bisa ikut pelatihan cara tes alergi metode biofisika yang kelebihannya sama seperti diatas, bisa memeriksa alergen apapun termasuk obat yang akan diresepkan ke pasien, sehingga mencegah terjadinya tuduhan ‘malpraktek’ mengurangi resiko terjadinya alergi obat pada pasien anda.

bagi mereka yang menderita alergi, dan sudah mencoba terapi tetapi belum mendapat manfaat, silahkan mencoba metode ini. dibandingkan dengan terapi konvensional yang ada, metode ini jauh lebih cepat dan lebih ekonomis. saya sekeluarga sudah mendapat manfaat dari metode ini.

semoga informasi ini bermanfaat.

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post


Oil Rig Accidents
Oil Rig Accidents Counter