Penyakit Toksoplasmosis ini sebenarnya dapat dicegah dengan prinsip-prinsip sederhana,yakni menjaga kebersihan lingkungan dan diri kita masing-masing. Misalnya lakukan pemeriksaan terhadap binatang peliharaan di rumah,kandang harus dibersihkan setiap hari,gunakan sarung tanganĀ jika berkebun,cuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi,jangan makan daging mentah atau daging yang kurang matang atau susu yang tidak dipasteurisasi. Jika seorang ibu sedang hamil,lakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari dan mengantisipasi jika terkena toksoplasma.
Sedang Rubella atau sering disebut dengan campak Jerman,disebabkan oleh virus Rubella. Gejalanya antara lain demam akut,ruam pada kulit, dan pembesaran kelenjar getah bening.
Virus Rubella memiliki spesifikasi dapat menembus barier plasenta dan langsung patogenik terhadap janin. Sindromnya berupa katarak,strabismus,kelainan jantung dan tuli,berat badan lahir rendah,trombositopeni,purpura,mikrofthalmi,glaukoma,kornea yang keruh,tuli dan gambaran radiolusen pada tulang.
Rubella juga bisa dicegah diantaranya diantaranya dengan vaksinasi sebelum perkawinan dengan vaksin MMR. Sedang cytomegalo virus atau CMV penyebabnya berupa Cytomegalovirus,kelompok virus Herpesviridae dengan gejala sering tanpa gejala (asimptomatik), gejala yang sering timbul seperti gejala flu (pusing,lemah,pembesaran limfe).
Penyakit CMV pada wanita hamil juga menimbulkan bayi lahir prematur,bobot badannya rendah,gejala kuning,mikrosefali,perkapuran pada mata dan telinga,serta keterbelakangan mental. Sedangkan Herpes simplex virus (HSV) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh HSV2 di mukosa alat kelamin dan sebagian kecil HSV1 di mukosa mulut. HSV dibedakan menjadi dua,yaitu HSV1 dan HSV2. Namun sekitar 80% kasus penyakit kelamin herpes adalah HSV2.
Ada sejumlah perbedaan antara HSV1 dan HSV2. Untuk HSV1 bagian yang disukai kulit dan selaput lendir mukosa mata dan mulut,hidung,telinga. Sedang HSV2 yang disukai bagian kulit dan selaput lendir pada alat kelamin dan perianal.
Untuk bentuk pada kulit,HSV1 berupa bercak vesikel-vesikel kecil tersebar dan untuk HSV2 bercak vesikel-vesikel besar,tebal dan terpusat. Serologinya untuk HSV1 terdapat antibodi anti HSV1 dan untuk HSV2 terdapat antibodi anti HSV2.
Mengingat karakteristik TORCH tersebut,pemeriksaan lab sangat diperlukan. Panel laboratorium untuk TORCH meliputi Anti Toxoplasma IgG dan IgM,Anti Rubella IgG dan IgM,AntiCMV IgG dan IgM dan Anti HSV2 IgG dan IgM.


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
No comments yet.