Jul
9th

Bayi Prematur Beresiko Buta

Files under Penyakit,Gejala dan Pencegahan | Posted by hananiskm

Bayi yang lahir prematur memiliki resiko mengalami kebutaan. Hal ini dikarenakan Retinopathy of  Prematurity (ROP) yaitu kelainan pada mata yang disebabkan gangguan retina atau selaput syaraf yang melapisi dinding dalam bola mata.

Biasanya ROP timbul karena pembuluh darah di retina mata bayi belum lengkap. Karena begitu lahir,pertumbuhan retina berhenti,padahal bila di daerah yang tidak ada pembuluh darah,akan kekurangan oksigen yang menyebabkan jadi mati jaringan.

Kadang-kadang pembuluh darah bisa tumbuh lagi sehingga bayi bisa hidup. Tapi kalau tidak tumbuh,maka jaringan akan mati dan akan mengeluarkan zat kimia yang merangsang pembuluh darah abnormal sehingga terjadi pendarahan di mata bayi dan bisa menyebabkan syaraf retina bisa lepas dan bayi mengalami kebutaan.

Kategori bayi prematur menurut patokan yang dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yakni jika bayi lahir dibawah 1,750 kg untuk berat badan atau 35 minggu ke bawah usai kehamilan ibu. Bila yang lahir dibawah ini,dianjurkan diperiksa retinanya apakah ada kelainan atau tidak.

Umumnya bayi prematur banyak mengalami komplikasi. Sehingga kalau zaman dulu banyak bayi prematur yang meninggal,karena tidak ditangani secara serius. Namun dengan teknologi yang semakin canggih,maka bayi prematur banyak yang terselamatkan.

Khusus untuk bayi prematur yang bermasalah dengan mata,tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan laser pada daerah mata terutama yang tidak ada pembuluh darah. Untuk tindakan ini,juga harus dilihat waktu yang tepat.

Jadi kita tunggu,kalau kelihatannya tidak tumbuh pembuluh darahnya dan akan terjadi komplikasi,maka akan dilaser. Kuncinya adalah diagnosis awal dan tindakan.

ROP hanya terjadi pada bayi yang prematur,sedangkan untuk bayi yang lahir normal tidak dilahirkan dengan sindrom ini melainkan retina yang belum matang. Sebenarnya tidak semua bayi yang lahir prematur mengalami ROP. Kalaupun ada gejalanya,kebanyakan ROP tersebut membaik tanpa pengobatan pada stadium awal. Akan tetapi bila ada bayi prematur dengan ROP yang berkembang ke stadium yang lanjut,maka diperlukan penanganan secepatnya.

ROP umumnya terjadi pada kedua mata. Namun perkembangan stadiumnya tidak sama pada kedua mata tersebut. Bisa jadi salah satu matanya jadi lebih buruk. Sebetulnya perkembangan bola mata bayi sudah terjadi sejak masa kehamilan memasuki usia 4 minggu hingga minggu ke 40 terjadi perkembangan yang aktif pada mata. Pada masa kehamilan,mata bayi terus berkembang hingga umur bayi 2 tahun. Untuk bayi yang lahir prematur,pertumbuhan bola mata tidak sempurna sehingga bisa mengakibatkan ROP sampai stadium 5. Pada ROP stadium 5 ini hampir dipastikan bayi tidak bisa melihat atau buta.

Agar kebutaan tidak terjadi,maka setiap bayi prematur harus mendapatkan diagnosa ROP dan dilakukan pada umur bayi 4-6 minggu oleh dokter mata dengan menggunakan indirect opthalmoscope atau Retcam II.



Topic Yang Berhubungan :

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post


Oil Rig Accidents
Oil Rig Accidents Counter