Sep
3rd

Kendalikan Kadar Gula,Diabetisi Aman Berpuasa

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis degeneratif yang dewasa ini semakin banyak dijumpai. Penyakit ini terjadi karena gangguan hormon insulin dalam tubuh sehingga tubuh diabetisi (orang yang terkena diabetes) tidak bisa mengendalikan glukosa dalam darah. Kelebihan gula darah ini akan menjadi racun bagi tubuh.

Diabetes sangat berbahaya karena efek komplikasinya pada penyakit lain seperti jantung,stroke dan hipertensi. Namun para diabetisi tetap dapat hidup nyaman dengan pengelolaan faktor-faktor resiko diabetes,yaitu pengelolaan berat badan sehingga dicapai bobot ideal,pengelolaan asupan makanan (diet) dengan memperbanyak sayur dan buah,serta pengelolaan aktivitas fisik untuk meningkatkan metabolisme.

Biasanya para diabetisi menjalani diet berupa pengaturan makan secara teratur dengan makan sehari tiga kali dalam jumlah kalori tertentu. Lalu bagaimanakan jika diabetisi ingin menjalankan ibadah puasa,karena berpuasa berarti tidak makan dan minum selama 12 jam. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Diakui,tidak semua diabetisi aman berpuasa. Pada dasarnya penderita DM yang aman berpuasa atau tidak makan dan minum selama 12 jam,adalah mereka yang gula darahnya terkendali dan tidak mengalami komplikasi dengan penyakit lain. Gula darah yang dikatakan terkendali berkisar diangka 110 mg/dl sewaktu puasa puasa dan kurang dari 160 mg/dl pada 2 jam setelah puasa. Selama berpuasa diabetisis disarankan mengontrol dengan ketat kadar gula darahnya.

Namun bagi penderita DM yang belum dapat mengendalikan kadar gula darahnya sebaiknya lebih berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.Dokter akan berupaya untuk menjaga agar kadar gula darah dalam tubuh tetap dapat dikontrol dengan baik di siang hari selama berpuasa maupun malam hari setelah berbuka. Pengontrolan kadar gula darah ini dapat berupa diet pengaturan makanan maupun dengan bantuan obat-obatan. Kadar gula darah yang terkendali hanya bisa dicapai jika diabetisi disiplin dalam menjalankan dietnya. Diet tersebut misalnya dengan pengaturan menu saat sahur dan berbuka. Pada saat sahur sebaiknya tidak terlalu banyak karbohidrat karena akan membuat hormon insulin tubuh menjadi lebih cepat aktif.

Sebaliknya pilihlah jenis makanan dari protein,lemak dan serat sehingga rasa lapar bisa dikendalikan. Juga sebaiknya menghindari makanan yang mengandung gula murni seperti gula pasir,gula merah dan makanan yang mengandung gula seperti sirup,selai,es krin dan aneka kue yang bercitarasa manis. Ada baiknya konsumsi gula diganti dengan pemanis khusus diabetisi yang rendah kalori.

Kemudian konsumsilah makanan secara bertahap dengan pola seperti berikut : makan pagi diganti makan buka,makan siang diganti makan sesudah tarawih,makan malam diganti makan sahur. Semua tetap dengan jumlah kalori yang sudah ditetapkan. Selain itu,sangat dianjurkan untuk sahur  diakhir waktu dan berbuka sesegera mungkin.

Pengendalian kadar gula darah dengan obat-obatan antidiabetik juga harus dikonsultasikan dengan dokter karena dokter akan memberikan terapi sesuai kondisi diabetisi,dan kemungkinan akan ada perubahan dalam jumlah dosis obat dan waktu pemberian obat,olahraga sebaiknya tetap dilakukan hanya intensitas dan waktu nya berubah.



Topic Yang Berhubungan :

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post


Oil Rig Accidents
Oil Rig Accidents Counter