Mar
3rd

Diabetes Mellitus Incar Anak-Anak (2)

  • 3. DM Tipe Lain.DM yang timbul karena kelainan genetis,penyakit-penyakit pankreas (kista,fibrosis,pankreatitis,hemochromatosis, dan sebagainya),endokrinopathy (chusingis syndrome,acromegaly),drug induced diabetes (kortikosteroid,beta blocker,protease inhibitor,niacin) dan lain-lain.
    4. Gestasional Diabetes
    Diabetes yang timbul pada masa kehamilan,dimana pada kasus tertentu kehamilan dapat menyebabkan resistensi insulin pada wanita. Faktor risiko untuk menderita gestasional diabetes antara lain usia lebih dari 30 tahun,obesitas (IMT lebih dari 30 kg/m2),riwayat DM pada keluarga,riwayat melahirkan anak besar lebih dari 4000 gr,dan lain-lain

Gejala klasik DM adalah polidipsi (rasa haus berlebihan,polifagi (sering merasa lapar),poliuri (sering buang air kecil) dan penurunan BB yang tidak jelas penyebabnya. Gejala-gejala ini berhubungan dengan efek langsung tingginya kadar gula dalam darah. Ginjal akan membuang kelebihan gula ini melalui kemih (osmotic diuresis) penderita akan lebih sering berkemih (poliuri),sebagai akibatnya penderita akan merasa haus berlebihan dan banyak minum (polidipsi). Sejumlah besar kalori juga hilang saat berkemih,sehingga penderita sering merasa lapar sehingga cenderung banyak makan (polifagi).

Gejala-gejala lain yang tidak spesifik misalnya rasa letih,lesu,neuropathy perifer (kesemutan,baal) luka yang lama kering,pruritus atipikal (gatal-gatal),pandangan kabur,disfungsi ereksi,dan sebagainya. Penderita diabetes yang tak terkontrol kadar gula darahnya juga akan peka terhadap infeksi baik fungal ataupun bakterial.

Penegakan diagnosis DM selain berdasar gejala-gejala klinik,yakni dari hasil pemeriksaan kadar gula dalam darah. Pemeriksaan kadar gula darah puasa,dilakukan dalam kondisi puasa selama 10-12 jam. Pra diabetes yakni kondisi dimana terjadi gangguan toleransi glukosa yang disebut Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) yaitu kadar gula darah puasa berkisar 100-125 mg/dL,dan toleransi Glukosa Terganggu (TGT) yaitu kadar gula darah 2 jam setelah makan/tes pembebanan glukosa berkisar 140-199 mg/dL. Pra diabetes dapat berkembang menjadi DM jika tidak dilakukan perubahan gaya hidup. Pemeriksaan laboratorium konfirmatif lain untuk DM adalah HbA1c dan reduksi urin. HbA1c adalah pemeriksaan haemoglobin terglikasi atau glycohemoglobin. Jika kadar gula dalam darah tinggi,gula darah ini akan berikatan dengan emoglobin,ikatan ini bersifat stabil dan bertahan hingga 2-3 bulan (sesuai life time sel darah merah), HbA1c penting untuk evaluasi keberhasilan pengendalian gula darah,kadar gula darah yang tidak terkontrol akan meningkatkan resiko timbulnya komplikasi.

Kadar HbA1c yang tidak diharapkan adalah kurang dari 7%,setiap penurunan HbA1c sebesar 1% akan mengurangi resiko kematian akibat diabetes sebesar 21%,serangan jantung 14% komplikasi mikrovaskuler 37% dan penyakit vaskuler perifer 43% . Penderita DM direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan HbA1c setiap 3 bulan untuk menentukan kadar gula darah telah mencapai target yang diinginkan. Jika gula darah terkontrol maka pemeriksaan dapat dilakukan 2 kali setahun.

Sedang reduksi urin adalah pemeriksaan untuk mendeteksi gula darah dalam urin (glukosuria),pemeriksaan ini hanya digunakan untuk screening dan tidak bisa digunakan sebagai pedoman jika terdapat gangguan fungsi ginjal. Untuk tindakan preventif yang juga telah terbukti ampuh bagi pencegahan diabetes adalah menkonsumsi jus tahitian noni yang memiliki kandungan nutrisi,dengan khasiat menyeimbangkan kandungan gula darah tubuh. Jus ini baik dikonsumsi 30 ml/hari untuk tindakan pencegahan dan lebih dari itu untuk tindakan pengobatan setelah berkonsultasi dengan tim dokter. Dan jus ini juga aman dikonsumsi oleh anak-anak bahkan oleh bayi .



Topic Yang Berhubungan :

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post


Oil Rig Accidents
Oil Rig Accidents Counter