Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan,terutama saat duduk dengan kaki terlipat dalam waktu lama. Perlahan rasa kesemutan memang akan hilang,namun perlu diwaspadai bahwa kesemutan juga merupakan salah satu gejala penyakit berat seperti diabetes mellitus (DM). Kesemutan pada diabetes merupakan salah satu bentuk neuropati.
Kesemutan pada diabetes karena adanya gangguan di pembuluh kapiler yang kecil-kecil atau kerusakan pada pembuluh darah tepi. Jika sudah begitu,hal pertama yang harus dilakukan adalah mengontrol gula darah.Setiap gejala kesemutan harus ditangani dengan benar.
Dijelaskan diabetes tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin dan keturunan “silang” seperti yang selama ini beredar dimasyarakat jika ayahnya terkena diabetes maka anak perempuan ikut terkena. Ada dua faktor resiko yakni,genetika dan bisa diubah. Faktor resiko yang tidak dapat diubah antara lain umur. Diabetes biasanya menyerang usia rawan diatas 45 tahun serta kelebihan berat badan.
Pada ibu hamil (bumil) yang melahirkan bayi ukuran besar,lebih dari 4000 gram,baik bumil maupun anaknya rawan terserang diabetes. Sedangkan bagi bumil yang melahirkan bayi dalam bobot kecil kurang dari 2,5 kg juga beresiko terserang diabetes. Pada dua kondisi tersebut,harus waspada untuk cek gula darah secara rutin.
Cek gula darah minimal 1-2 kali dalam setahun serta atur pola makan.
Sedangkan faktor resiko yang bisa diubah adalah obesitas,hipertensi serta pola makan tidak sehat.Menghindari makanan berlemak dan olahraga adalah hal yang penting untuk mengantisipasi diabetes. Pada perempuan bertubuh gemuk dengan bentuk tubuh menyerupai buah apel dengan banyak lemak dibawah kulit perut perlu lebih waspada.
Pencegahan penyakit diabetes sangat penting untuk mengantisipasi agar tidak terjadi komplikasi dengan sejumlah penyakit seperti jantung,ginjal,neuropati,retinopati,koreng dan disfungsi ereksi.
Mengobati penyakit diabetes tidak mudah karena banyak faktor resiko yang mempengaruhinya.
Prinsip dasar penanganan penyakit diabetes adalah pengaturan makan serta olahraga,sedangkan obat-obatan hanya berfungsi untuk pengendalian gula darah. Saat ini masih menjadi pembahasan terkait cangkok pankreas untuk pengobatan penyakit diabetes agar bisa disembuhkan. Namun hal itu masih sebatas penelitian dari para ahli. Seringkali banyak pertanyaan dimasyarakat terkait penderita diabetes dan kemampuan memiliki keturunan. Pada penderita diabetes tetap bisa mempunyai keturunan asal terus berobat supaya gula darahnya normal dan mencegah komplikasi kronik. Namun pada orang dengan gula darah tinggi,belum tentu positif diabetes,karena bisa jadi pasien tersebut sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu serta pada pasien yang mengalami trauma operasi berat sehingga perlu diagnosa dokter ahli.
Untuk itu cek gula darah rutin dan olahraga teratur serta pola makan sehat sangat penting untuk bisa mencegah diabetes. Tapi olahraganya yang bersifat aerobik atau kontinyu,seperti lari jalan dan senam. Bagi ibu-ibu yang mengerjakan tugas rumah tangga,belum bisa dikatakan olahraga karena disambi-sambi pekerjaan lain.

![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
No comments yet.