Apakah anda,saudara atau keluarga anda termasuk orang yang suka marah-marah?Kalau iya,sebaiknya mulai saat ini hentikan saja kebiasaan buruk itu. Apalagi,dario hasil studi kesehatan menyebut bahwa kebiasaan marah dapat merangsang kinerja jantung menjadi tidak stabil,bahkan cenderung lebih cepat berpotensi seseorang terkena stroke.
“Secara sederhana,pada orang yang marah-marah akan terjadi perubahan kinerja jantung dalam tubuhnya,kerja jantunmg menjadi lebih cepat dan kuat. Kondisi denyut jantung yang terganggu berdampak pada penyempitan pembuluh darahdi otak dan beresiko dapat mengakibatkan serangan penyakit stroke,”ujar dr H Agus taufiqurrahman MKes dari RS PKU Muhammadiyah,Yogyakarta.
Dijelaskan,stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang ditandai kematian jaringan otak.Hal ini terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini dikarenakan adanya sumbatan,penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.
Berdasarkan informasi dari Departemen kesehatan,secara umum penyakit stroke terbagi menjadi 2 jenis,yaitu stroke iskemik dan stroke hemorroagik.
Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau seluruhnya terhenti. Sedangkan stroke hemorragik adalah stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah otak.
Tanda dan Gejalanya
Dilihat dari lokasinya di tubuh,gejala-gelaja stroke terbagi menadi beberapa bagian.Bagian sistem saraf pusat ditandai dengan melemahnya otot (hemiplegia),rasa kaku,dan menurunnya fungsi sensorik.
Untuk bagian batang otak ditandai dengan menurunnya kemampuan membau,mengecap,mendengar dan melihat parsial atau keseluruhan.
Selain itu,daya refleks menurun,ekspresi wajah terganggu,pernafasan dan detak jantung terganggu,lidah menjadi lemah,daya ingat menurun,mengalami kebingungan.Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam,dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack,(TIA) dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.
Untuk faktor resiko medis antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi),kolesterol aterosklerosis(pengerasan pembuluh darah),ganggguan jantung,diabetes,riwayat stroke dalam keluarga,dan migrain.Sedang faktor resiko perilaku antara lain merokok (aktif maupun pasif),makanan tidak sehat (junk food,fast food),alkohol,kurang olahraga,mendengkur,kontrasepsi oral,narkoba dan obesitas.
“Pemicu stroke pada dasarnya adalah suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah),terlalu banyak minum alkohol,merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak,”kata dr Agus Taufiqurrahman. Sementara dampak dari stroke antara lain berupa bermasalahnya dalam berpikir dan mengingat,menderita depresi,mengalami kesulitan bicara,menelan,membedakan kanan dan kiri.
Karena ancaman stroke yang bisa merenggut nyawa,bahkan resiko derita stroke berkepanjangan,maka hidup bebas tanpa stroke menjadi dambaan semua orang. Tak heran semua orang berupaya untuk mencegah stroke atau mengurangi faktor resiko dengan pola hidup sehat,olahraga teratur,serta menghindari stress.

