Jun
9th

- Ketika anda atau keluarga anda mengalami sembelit/konstipasi, salah satu kemungkinannya adalah anda kurang mengkonsumsi serat pangan. Apa sebenarnya serat pangan itu dan apa manfaatnya? Ikuti penjelasan ringkas berikut ini.
- Serat pangan adalah kelompok polisakarida dan polimer lain yang tidak dapat dihidrolisis oleh sistem gastro-intestinal (enzim pencernaan) bagian atas tubuh manusia. Oleh karena itu sebagian besar serat pangan akan dikeluarkan lagi bersama feses.
- Serat pangan digolongkan menjadi dua yaitu serat pangan larut dan serat pangan tidak larut. Komposis pangan yang baik mengandung serat larut dan tidak larut dengan perbandingan 1: 3. Efek ke dua jenis serat pangan ini pada tubuh kita berbeda.
- Serat pangan larut terdiri atas gum, pektin, dan sebagian kecil hemiselulosa larut. Sedangkan serat pangan tidak larut terdiri atas selulosa, lignin, sebagian besar hemiselulosa, sejumlah kecil kutin dan lilin tanaman, serta senyawa pektat yang tidak larut.
- Rekomendasi konsumsi serat : 10-13 g/ 1000 Kkal, sehinga untuk konsumsi sekitar 2100 Kkal dibutuhkan serat sebesar 25-30 g serat per orang per hari.
- Serat pangan ini dapat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, serealia, biji-bijian, aditif pangan dan suplemen pangan. Lebih baik kita mengkonsumsi serat pangan dari sayur dan buah. Selain lebih alami, buah dan sayur tidak sekedar mengandung serat, tapi juga sebagai sumber komponen pangan lain yg bermanfaat, seperti vitamin dan mineral. Oleh karena itu jangan mudah “termakan” iklan produk serat pangan di tv. Apa yg kita konsumsi dari sekitar kita jauh lebih baik.
- Efek fisiologis dari serat pangan diantaranya : meningkatkan sifat kamba dari feses, meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek, menurunkan kolesterol, trigliserida dan glukosa darah.
- Potensial efek serat pangan dalam pencegahan penyakit diantaranya : penyakit jantung koroner, resiko kanker, osteoporosis, diabetes melitus, divertikulosis, dan mencegah konstipasi.

